JAKARTA — Tekanan ban sering dianggap sebagai urusan kecil karena tidak selalu terlihat dari luar. Padahal, tekanan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat memengaruhi kenyamanan, pengereman, keausan ban, dan efisiensi bahan bakar.
Perhatian terhadap tekanan ban kembali relevan karena teknologi Tire Pressure Monitoring System atau TPMS semakin banyak digunakan pada mobil modern. Sistem ini membantu pengemudi mengetahui ketika tekanan ban berada di luar batas tertentu. Meski demikian, TPMS tetap bukan alasan untuk berhenti memeriksa ban secara manual.
Mengapa tekanan ban memengaruhi konsumsi BBM?
Ban yang kekurangan tekanan mengalami bidang kontak yang dapat meningkatkan hambatan gulir. Mesin kemudian membutuhkan energi lebih besar untuk mempertahankan gerak kendaraan. Dampaknya bisa terasa pada konsumsi bahan bakar, terutama jika mobil sering digunakan dalam lalu lintas padat.
Namun, jangan menganggap setiap penurunan tekanan otomatis membuat konsumsi BBM melonjak besar. Efeknya bergantung pada seberapa jauh tekanan menyimpang dari rekomendasi, kondisi ban, beban kendaraan, dan pola berkendara.
Tekanan ideal bukan angka yang sama untuk semua mobil
Kesalahan paling umum adalah mengikuti angka yang tertulis pada dinding ban. Angka tersebut biasanya menunjukkan kemampuan ban, bukan rekomendasi tekanan untuk kendaraan tertentu.
Tekanan yang benar sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan kendaraan. Informasi biasanya tersedia pada label di pilar pintu pengemudi, tutup tangki bahan bakar, buku manual, atau sistem informasi kendaraan.
Tekanan depan dan belakang juga dapat berbeda, terutama ketika kendaraan membawa beban penuh. Karena itu, gunakan angka sesuai kondisi penggunaan.
Bagaimana membaca TPMS?
TPMS bekerja dengan sensor yang memantau tekanan ban. Pada sistem tertentu, informasi ditampilkan langsung di panel instrumen, sementara sistem lain hanya memberikan peringatan ketika tekanan turun melewati batas.
Jika lampu peringatan tekanan ban menyala, jangan langsung menghapus peringatannya. Periksa keempat ban dan, jika tersedia, ban cadangan. Cari kemungkinan paku, kebocoran pada pentil, atau kerusakan dinding ban.
Setelah tekanan diperbaiki, beberapa kendaraan memerlukan proses reset atau kalibrasi. Ikuti prosedur di buku manual karena langkahnya berbeda menurut model.
Kapan waktu terbaik memeriksa tekanan?
Tekanan sebaiknya diperiksa ketika ban masih relatif dingin. Setelah kendaraan berjalan cukup jauh, suhu ban meningkat dan tekanan udara ikut berubah. Pengukuran saat kondisi panas dapat membuat angka terlihat lebih tinggi dibandingkan kondisi dingin.
Untuk penggunaan rutin, pemeriksaan berkala dapat dilakukan setiap beberapa minggu dan sebelum perjalanan jauh. Jika mobil membawa muatan besar atau melakukan perjalanan dengan kecepatan tinggi dalam waktu lama, pemeriksaan menjadi semakin penting.
Jangan menaikkan tekanan demi mengejar irit
Ada anggapan bahwa ban yang dipompa lebih keras akan membuat mobil lebih irit. Meskipun hambatan gulir dapat berubah, menaikkan tekanan melewati rekomendasi pabrikan bukan strategi yang aman untuk mengejar konsumsi bahan bakar.
Tekanan yang tidak sesuai dapat mengubah karakter pengendalian dan distribusi bidang kontak ban dengan permukaan jalan. Kenyamanan juga dapat berkurang. Karena itu, efisiensi seharusnya dicapai dengan menjaga tekanan sesuai rekomendasi, bukan dengan mengabaikan spesifikasi kendaraan.
Lima langkah sederhana sebelum perjalanan jauh
Pertama, cek tekanan keempat ban ketika dingin. Kedua, periksa kondisi tapak dan cari benda asing seperti paku. Ketiga, pastikan pentil dan tutup pentil dalam kondisi baik. Keempat, periksa tekanan ban cadangan jika kendaraan memilikinya. Kelima, sesuaikan tekanan dengan rekomendasi pabrikan ketika membawa beban tambahan.
Langkah sederhana ini dapat mencegah masalah yang lebih merepotkan di perjalanan. Ban juga sebaiknya diperiksa oleh teknisi jika tekanan salah satu roda terus turun meskipun sudah dipompa.
Bagaimana jika TPMS menyala saat berkendara?
Kurangi kecepatan secara bertahap dan cari tempat yang aman untuk berhenti. Jangan melakukan pengereman mendadak hanya karena lampu peringatan menyala, kecuali ada tanda kerusakan ban yang serius. Setelah berhenti, periksa ban secara visual.
Jika ban terlihat kempis atau kendaraan terasa menarik ke satu sisi, jangan memaksakan perjalanan. Gunakan bantuan darurat atau fasilitas servis yang tersedia.
Kesimpulan
Tekanan ban merupakan bagian kecil dari perawatan mobil, tetapi dampaknya menyentuh banyak aspek: konsumsi BBM, kenyamanan, keausan ban, dan keselamatan. TPMS membantu memberikan peringatan, tetapi pengemudi tetap perlu melakukan pemeriksaan fisik.
Jadikan rekomendasi pabrikan sebagai acuan utama. Dengan tekanan yang tepat dan kondisi ban yang sehat, mobil dapat bekerja lebih optimal tanpa perlu mengambil risiko dengan tekanan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Angka tekanan ideal berbeda menurut kendaraan, ukuran ban, dan kondisi beban. Selalu gunakan rekomendasi pabrikan kendaraan sebagai acuan.
